Kamis, 26 Januari 2012
Perjalanan Mimpi 40 Hari "Osaka e no Bouken"
Kuberi Judul dalam bahasa Jepang biar terkesan "Jepang banger gitu loh!" hahahaha *agak alay gini jadinya y? Dalam bahasa Indonesia, artinya "Petualangan ke Osaka". Kenapa begitu? Di hari ke dua, ada kegiatan "Osaka Orientering", kami kira kami semua akan berjalan-jalan keliling Osaka bersama-sama dengan menggunakan bus senta yang nyaman, ternyata kami dibagi kedalam delapan kelompok yang masing-masing beranggotakan empat orang dari negara yang berbeda-beda yang kemudian diberi tugas menjelajah tempat-tempat yang berbeda di Osaka dengan hanya berbekal peta, tiket one day pass kereta, serta bahasa Jepang yang telah kami pelajari selama ini. 「迷ったら係員か周りの人に聞いて下さい!本当に迷子になったらセンターに電話してください」"Kalau kalian bingung, tanyakan pada petugas atau orang di sekitar. kalau kalian benar benar tersesat telpon lah ke senta.", Ujar Kurihara sensei dan Yazawa sensei.
Kelompok ku bernama 「秋晴れ」(Akibare) yang berarti "Musim gugur yang cerah". Di musim gugur ini memang langit sering terlihat sangat cerah, udaranya pun dianggap tidak panas dan tidak terlalu dingin. Musim yang sangat cocok untuk menikmati alam. Anggota kelompok ku adalah Limen dari Kamboja, Soan dari Vietnam, dan Joanna dari Filipina.
Sebelum berangkat, hari sebelumnya kami mendiskusikan terlebih dahulu bagaimana cara kami pergi ke sana dan apa saja yang harus di siapka.Tempat yang harus kami kunjungi ada dua, Doutonbori dan Osaka Panasonic Center serta tempat tambahan yang ingin kami kunjungi tentu saja Benteng Osaka!!^^
Pagi-pagi sekitar pukul delapan kami 24 orang peserta pergi bersama-sama dari stasiun Rinku Town dengan kereta Nankai sen (Jalur Nankai) menuju stasiun Namba.
Sesampainya di Namba, kami semua berpisah sesuai dengan jalur masing-masing. Bahkan ada beberapa kelompok yang sudah turun duluan di stasiun Tenkachaya.
Stasiun Namba adalah sebuah Stasiun besar. keluar dari Stasiun, kami bisa melihat banner-banner besar menghiasi gedung-gedung tinggi. Persis dengan apa yang sering digambarkan di komik-komik dan film Jepang.
Tujuan kami yang pertama adalah Doutonbori. Namun kami sama sekali tak ada bayangan tempat seperti apa Doutonboti itu? Setelah bertanya-tanya pada beberapa orang, kami sampai di tempat yang rasanya sering sekali ku lihat entah di televisi atau di majalah. Distrik Namba dengan restoran kepitingnya yang terkenal.
Ternyata Dotonbori tidak jauh dari sekitar tempat itu. tepat di dekat jembatan Ebibashi.Doutonbori dengan nama lengkap Tonbori riba gurusu itu adalah wisata melihat daerah sekitar Namba dengan menaiki kapal.
kami sampai di sana sekitar pukul sembilan menuju pukul sepuluh. sedangkan Doutonbori baru mulai beroprasi pukul sebelas.Kami memutuskan untuk melihat-lihat dan sekedar berfoto.
Dari atas jembatan Ebibshi pun, terdapat banner yang sangat terkenal dari distrik Namba yaitu banner dari sebuah produk coklat dengan gambar seorang penari maraton.
Melihat kami yang cukup kebingungan hendak meminta tolong ampilkan foto pada siapa, seorang satpam (mungkin) yang berumur paruh baya menghampiri kami dengan bahasa Inggris "kas" orang Jepang. Beliau menawarkan bantuannya pasa kami untuk mengambil gambar.Kami membalas tawarannya dengan bahasa Jepang. Sontak dia kaget, kdan kami ceritakan padanya siapa kami (berasa film).
(-__-")
Perjalanan Mimpi 40 Hari "Bertemu teman, menyenangkan!"
Siang itu, semua lelah 7 jam perjalanan seketika hilang. Ini Jepang kawan!! dalam benakku sedikit berfikir, "Benarkah ini Jepang?" berkali-kali aku meyakinkan diriku sendiri. Atmosfirnya tak jauh berbeda dengan Indonesia, fikirku. Aku memang datang di saat musim gugur, udara dan cuacanya tidak jauh berbeda dengan kota Bandung. Oh ya, begitu aku sampai di Bandara, petugas imigrasi dan staf bandara lainnya bicara dengan bahasa Inggris pada ku (ya iya lah..mana mereka tahu aku bisa bahasa Jepang??)bagi aku yang sangat gaptek bahasa Inggris ini, apalagi untuk mengerti bahasa Inggris mereka yang spellingnya bagai mimpi buruk di pagi hari,lidahku cukup kaku untuk menjawab dalam bahasa Inggris. ditambah lagi melihat wajah para petugas imigrasi yang dingin, tambahlah lidahku kelu untuk berbicara dalam bahasa Jepang pun.
Pemandangan di luar bandara Internasional Kansai. Lebih Sepi daripada yang dibayangkan sebelumnya. Mungkin karena hari kerja dan jam kerja. Berbeda sekali dengan Indonesia.setidaknya di Indonesia akan ramai dengan pedagang asongan atau orang-orang yang ramai menawarkan jasa gotong bawaan.
Dijemput oleh mobil mini bus dari Japan Fundation, supirnya adalah seorang kakek yang mungkin sudah berumur tujuh puluh-an namun masih sehat dan gesit. Jadi ingat almarhum eyang kakung yang dimasa tua pensiunnya masih gesit mengurus ayam-ayam, burung, dan kebun di belakang rumahnya.
Mobil kami berjalan menuju "Nihon kokusai kouryuu kikin kansai kokusai kouryuu senta" dimana nanti kami akan belajar selama kurang lebih empat puluh hari. Kami melewati jembatan panjang yang membelah lautan dari air port menuju osaka. Langit hari itu begitu cerah. cahaya matahari memantul di permukaan lautan seakan menari-nari menyambut kedatangan kami. Sayang, aku tak sempat mengambil gambar saat itu.
Sedikit foto ga jelas yang ku culik dari kamera temanku. :)
Ini foto gedung tempat kami melalukan Aktifitas "Nihon kokusai kouryuu kikin kansai kokusai kouryuu senta" yg nantinya disingkat hanya dengan sebutan "senta" yang berasal dari kata "center". Ku masukan foto-foto daerah sekitar senta, agar kalian bisa membayangkan tempat seperti apa Senta itu.
Dipotret dari selasar dekat kantin, bangunan itu adalah perpustakaan, ruang pengajar dan staf, serta beberapa kelas.
Jembatan eksotis yang ada di depan senta. kalau liat jembatan ini, baru berasa bukan di Indonesia..xixixii..
Ada pelabuhan kecil di depan senta.Kalau tidak salah namanya "Tajiri cho marina beach" atau yang kira-kira "Pantai Marina di Kota Tajiri". Sebenarnya, selain pelabuhan di dekatnya terdapat pasar ikan di hari minggu dan tempat barbequ. Walaupun pelabuhan nelayan dan sebelahnya adalah pasar, tidak ada kesan jorok, atau bau amis seperti di Indonesia. Jadi, orang akan nyaman untuk berada di sini. ditambah lagi dengan pemandangannya yang "WEW!!" keren banget, makin betah aja konkow di sini.^^
Kembali ke cerita disaat aku dan tiga temanku sampai di Senta. Kamarku, pijar, dan saras terletak di lantai 12, sedangkan USul di lantai 6. aku di kamar nomor 1201, paling dekat dengan lift. Kemudian 1202 kamar pijar, 1204 kamar Saras. kamar 1203 mungkin kamar debby, peserta yang berasal dari Medan. Kami mencoba mengetuk kamarnya, tidak ada jawaban. mungkin dia tertidur karena lelah, atau ada di kantin sedang makan siang. Tidak lama setelah itu, kami pun menuju kanti. Benar saja, Debby ada di situ kawan! Sosok yang lebih imut dari yang ku bayangkan dan ku lihat di akun facebooknya.
Foto kawanku dari Medan, Debby Lianto. first impression ku ketika melihat debby adalah sosok perempuan yang cerdas, anggun, dewasa, dan rajin belajar.hmmm...tapi ternyata first impression itu tidak selalu tepat kawan.
Kantin adalah tempat nantinya kami bertemu satu sama lain, tempat penuh kehangatan, canda tawa, dan tentu saja GOSIP! xixixii..pokonya, Kantin adalah tempat yang penting! maka ku masukan beberapa foto "Kantin" :)
Tak lama dari berkenalan dengan Debby, kami bertemu dengan dua orang kawan dari Kamboja. Por Limen (Limen) dan Khim Leakena (Leakena).kamar Leakena kebetulan masih satu lantai dengan kami, kamarnya nomor 1205. Kami bertujuh langsung saja akrab. Tanpa mengenal lelah, kami pun langsung berjalan-jalan di Sekitar senta dengan sepeda. Apa yang kami tuju? tentu saja Toko 100 Yen!! haha :p
Seperti biasa, nasib photografer yaitu ga ada foto yang memuat dirinya..sabar..sabar..(-___-")
Esoknya, Diadakan Orientasi Program. Saat itu, semua peserta dikumpulkan untuk masing-masing saling mengenal, dan bermain game "Ice break". Semua senang, semua menikmati :)
Selain bertemu dengan kawan-kawan menyenangkan dari berbagai negara, diperkenalkan pula para pengajar dan staf. Yang menjadi staf penanggung jawab kami adalah YoshimoriSan, sosok perempuan cantik berambut panjang jago beladiri Karate, kalau melihat sosoknya jadi ingat Ran Mori di serial komik Detektf Conan.xixixii..
Kemudian Pengajar Kocak kami, Kurihara Sensei. Beliau sosok seorang guru yang tegas namun kocak dan hangat terhadap para muridnya. Beliau seperti sosok guru-guru orang Jepang yang biasa aku lihat di serial komik atau dorama Jepang.
Yang mengagetkan adalah ketika aku bertemu dengan Yazawa sensei. Sebelum berangkat ke Jepang, papa memberikan selembar foto yang memuat sosok papa saat masih mahasiswa dan di sebelahnya ada seorang wanita Jepang cantik. Katanya perempuan cantik itu dosen Native speaker saat papa ku masih di bangku kuliah, namanya Yazawa Sensei. Papa mendapat kabar bahwa sensei itu sekarang mengajar di Japan Fundation dimana aku akan belajar. "Sampaikan salam padanya", ujar papa. Benar saja aku bertemu beliau. Bahkan beliau menjadi salah satu guru penanggung jawab. Ketika disampaikan salam dari papa padanya, Yazawa Sensei tentunya sangat kaget. Bisa bertemu dengan anak dari mahasiswanya dulu. Ternyata beliau masih sangat ingat tentang Papa.
Panjang sekali kalau mau ku ceritakan semua kesan di hari-hari pertamaku, kawan. nantilah kuceritakan yang lainnya saja ya!
Langganan:
Postingan (Atom)







