Senin, 30 Mei 2011

Bagiku, Mahasiswa Mahluk Terunik di Dunia!! (Part 1)

"Mahasiswa" dengan kata "Maha" yang menempel sebelum kata "Siswa" membuat para remaja akhir menjelang dewasa awal ini mendapat predikat yang beragam dari masyarakat. Seperti kata guru ku di SMA, Mahasiswa bukanlah siswa biasa melainkan siswa yang luar biasa, "Namanya juga maha!", tukas salah seorang guru SMA ku itu.
Kemudian bagi para rakyat kecil jalanan yang kebanyakan dicekoki tayangan berita di warung-warung kopi pinggir jalan, mahasiswa dianggap tukang demo. Ya mungkin seperti itu yang sempat ku dengar dari obrolan santai para supir angkot yang sedang santai memonton siaran berita dari sebuah tv kecil 14 inci di warung kopi sambil menunggu penumpang memenuhi mobil hijau jurusan Caheum-Ledeng sumber penghasilannya. "Ah, neng mahasiswa mah demo wae di gedung sate teh..macet deui, macet deui..mahasiswa teh siga si komo nya (Ah, Mahasiswa itu selalu saja demo di gedung sate..macet lagi, macet lagi..Mahasiswa seperti si Komo saja!) !" tukas seorang supir angkot pada ku yang kebetulan duduk di bangku depan samping pak supir. Aku hanya tersenyum kecil, saat itu aku masih duduk di bangku SMA dan tak mau komentar apa-apa karena aku belum tahu betul bagaimana rasanya jadi mahasiswa. Sempat terpikir oleh ku yang masih sangat polos saat itu, apakah aku pun akan merasakan yang namanya berdemo ya? berjalan ke gedung sate sambil membawa sebuah spanduk besar bertuliskan aspirasi, berteriak-teriak, memenuhi badan jalan, kemudian mungkin diamankan oleh petugas polisi karena tindakan demo kami mulai anarkis.
kini bagian terfaforitku. ahahaha..entahlah apakah cara pandang ini dapat mewakilkan mereka atau hanya menurut cara pandangku saja pada saat itu. ya, cara pandang siswa SMP dan SMA.hmmm.. mungkin lebih tepatnya siswi-siswi SMP dan SMA :p. Pikirku saat itu mahasiswa adalah sosok yang keren dan sepertinya sangat asik jadi seorang mahasiswa. Tak perlu memakai seragam ke sekolah,artinya bisa bergaya sesuai karakter masing-masing, bisa pakai baju yang di suka asal tak melanggar peraturan kampus. Ditambah lagi tak perlu membawa buku banyak-banyak dan berat ke kampus, mahasiswa hanya perlu membawa buku catatan kecil, laptop, dan alat tulis. lalu..lalu..ya! Katanya jadwal kuliah bisa di atur dan tak sepadat anak sekolahan (SMP dan SMA). "Enak banget!" kataku sa'at masih duduk di bangku SMA, namun persepsi itu langsung ku bantah begitu merasakan jadi mahasiswa yang sesungguhnya. Ternyata jadi mahasiswa itu tak semudah dan sesantai yang ku bayangkan sebelumnya. Hmm...Oh iya, ada 1 lagi anggapan ku tentang mahasiswa pada saat itu! Mahasiswa itu keren!! Sekolah SMA ku yang letaknya bisa dikatakan bersebelahan dengan sebuah Pergiruan tinggi paling beken seAntero NKRI ini, siswa-siswanya setiap hari selalu disuguhkan pemandangan mahasiswa-mahasiswa genius, dan pilihan dari seantero NKRI pula. entah mengapa, para siswa yang masih polos-polos ini ketika melihat mahasiswa dari institut tehnik negri gajah duduk itu akan terpesona walaupun penampilan mahasiswa itu tak terlalu baik (baca: berantakan).
Sebenarnya masih banyak cara pandang dan pendapat masyarakat yang bisa ku ceritakan di sini, tapi mungkin aku membutuhkan waktu satu minggu penuh untuk menulisannya di sini. Namun ada satu yang membuatku sedikit terteguh. Saat itu aku dan keluargaku sedang pulang kampung ke kampung ayahku, sebuah kota kecil di Jawa tengah. Walau kampung, tapi kampung ayahku sebenarnya tidak terlalu terpencil jika dilihat dari jumlah penduduk dan fasilitas yang sudah tersedia di sana. hanya saja di sana memang masih sangat banyak masyarakatnya yang berada dalam tingkat ekonomi yang sangat lemah. Saat itu aku diajak ayahku mengunjugi salah seorang pengasuhnya waktu kecil (mungkin kalau sekarang disebut "baby sitter").Dengan kemampuan Bahasa Jawaku yang "nol", aku bebusaha berbincang sedikit dengannya, saat tahu aku adalah seorang mahasiswa, betapa terkagum-kagumnya dia. setidaknya itu yang dapat ku lihat dari air mukanya. ditambah lagi dengan komentarnya, "Jan mahasiswa! mesti dadi wong huebat (Wah mahasiswa, pasti jadi orang hebat)!", wah..wah..wah..sampai seperti itu wanita yang hampir semua rambutnya sudah memutih itu memujiku. Dalam hatiku, "Ah nek, mahasiswa belum tentu jadi orang hebat..."

1 komentar:

Agaga Dewangga mengatakan...

jadikan itu motivasi mu sist ...
salam blogger...

Posting Komentar